Saat Benci Bercampur Luka
Serpihan kalbuku seakan hanyut menenggelamkan puing2 luka
Aku terkantuk-kantuk menggelayut
Arahku buram bercabang tak seimbang
Sungguh kehidupan
Kadang terbang mengambang
Kadang jatuh tak karuan
Senyum berarah menghilang
Belum bisa tergantikan
Wajah semu merah kini berganti menjadi pucat pasi
Kadang tubuh juga ingin dimengerti
Pikiran terbenam tak lagi ingin menggeliat
Dan yang tersisa hanya penyesalan menderu bersama luka baru
Komentar
Posting Komentar