Tak Bernama
Aku ingin menikam resahku dengan berbagi padamu selain dengan Rabbku
Saat kau mendengar gema dari relung yang bersembunyi pada puing-puing sembilu
Berharap Dia menyampaikan jeritanku lalu kau datang menghiburku
Aku selalu berhusnudzon pada-Nya bahwa intuisiku tak pernah salah
Aku ingin menangkas pesimisku
Dengan bersandar lembut di bahumu
Namun jemari masih tak bisa mengerti
Bahwa hati semakin lelah untuk meniti
Tak disangka jejakmu semakin mengering
Menguap bersama asa yang dulu meronta
ronta
Menenggelamkan semangat yang menggebu-gebu lalu menjadi bisu
Komentar
Posting Komentar