Sebelum Benar-Benar Beranjak

Khusyuknya sore kadang membuatku tenang

Bak kita yang pernah mereguk sunyinya jalan di antara padi-padi yang menguning

Namun tidak sesering aku yang juga bisa kelusuh-kelasah

Setiap diam hanya menuju dua bola mata yang kontras
Ada apa di pikiranku saat itu
Menemui setiap detik durasi lalu bertanya
Adakah manusia ini benar-benar seperti apa yang dituturkan?
Ataukah di hatinya tak pernah ada cemas?
Benarkah dia hanya berkunjung lalu tak lama lagi dia pasti angkat kaki?
Lalu tak terasa kita telah sampai pada tempat tujuan
Hati memang mudah terombang-ambing
Sebentat gembira sebentar murung lagi
Jemari kita bercengkrama
Berayun-ayun menghadap debur lautan
Berandai-andai yang menyenangkan
Tidak perlu menyangkal
Karena ini hari yang bisa saja mungkin bisa saja tidak
Seperti..
Siapa yang tidak ingin mengehabiskan kata sebelum Si Pemenang terasing?
Dengan wajah membiru
Kusampaikan ribuan kataku sebelum mentari berganti tempat dengan rembulan
Setelah ini tidak ada lagi suara-suara menggelegar berbumbu tawa lebar
Habiskan baik-baik semuanya
Agar nanti yang menggunung dapat terbayar dengan suka yang besar

Komentar

Postingan Populer