Di Dekat Jendela Aku Sedang Menulis Ini

Pernahkah dalam lengang Tuan menunggu tanpa ingin mengenali

Membatu singkat tau-tau sudah hengkang lagi

Berangsur-angsur renta padahal tak diminta

Belukar yang pernah kasar tuntas membesar

Namun pada satu bilik ia meradang

Di bawah anyelir ia peduli

Bersandar trembesi tandas berburu kabar

Menghimpun warta untuk dibawa pulang lalu dibaca

Segala perangai yang ditulis dengan jelas telah menikam mata lalu menjadi keruh

Kala itu ia telah luruh terbungkus menjelma sesak

Tahukah..

Seluruhnya terulang kembali

Kini terjadi padamu, Tuan!

Berkehendak tidak ada ujar yang menyebalkan

Bukan lagi dengan ceroboh

Ingin meminta namun hanya dalam dekap

Komentar

Postingan Populer