Halo, namaku Dhina. Aku adalah orang yang mudah bosan namun kecuali satu yaitu betah untuk di rumah karena mau berkelana kemanapun tidak sebetah saat berada di rumah. Maybe because home sweet home. Baru saja aku terbangun dari tidurku karena aku bermimpi aku mengunjungi Busan lalu pindah ke Malaysia. Mimpi memang konyol. Sebentar alurnya begini sebentar lagi begitu. Cita2ku adalah pergi ke Belanda dan ingin melihat warna warninya bunga tulip serta panen segala macam buah2an yang banyak jenisnya yg sulit ditemukan di Indonesia. Salah satu keinginan ini masuk dalam bucket list. Orang2 bebas memiliki keinginan bukan? Walaupun laksana pungguk merindukan bulan?
Lalu setelah bangun dari mimpiku ini aku jadi ingat suatu kejadian yang memang benar tidak usah kejadian. Menikah dengan orang yang dijodohkan oleh orang tua yang latar belakang pekerjaannya bolak balik ke luar negeri. Lalu aku berpikir mungkin jika iya aku bisa dibawanya ikut. Woww, siapa yang tidak senang?Khayalan2 itu selalu saja mengaksara saat aku terkungkung motivasi2 yang menggelora seperti zaman SMA. Namun apakah diri ini benar2 bahagia seperti khayalan2 yg bahkan aku saja tidak tau bagaimana orangnya?
Aku dari sekian miliar orang pasti memiliki keinginan dan banyak ekspektasi. Namun apakah hal itu menjamin kebahagiaan? Garis takdir sudah berkata, mungkin semua itu akan digantikan dengan satu sosok yang dapat berbicara, saat menatap dapat membuatku sejuk setiap saat bahkan lebih dari warna-warninya bunga tulip. Dapat memberikan pundak dan pelukan hangat setiap hari, yang nyata, lebih dari memetik blueberry di Amsterdam. Semua kebahagiaan itu akan menjadi satu, menjadi sebuah dunia untukku. Lalu bersama2 aku melakukan aktivitas dengannya. Mulai dari A hingga Z yang belum aku tau apa saja nantinya. Dia adalah duniaku. Dunia baru yang akan terus aku telusuri. Mencari pahala di setiap jejaknya. Menjadi kebahagian sampai akhir cerita.
4.50
Purworejo, waktu di saat subuh
Aaaa love kak Dhinaa
BalasHapus